Midnight Madness : Land Of Strange
Aku mencium aroma tanah dan rumput kering diantara udara hangat yang berhembus. Padang perbukitan gersang menghampar di depan mataku. Antah berantah asing yang tak pernah ku jejaki, menghadapkanku pada arah dan tujuan yang tak jelas. Rasanya seperti sudah dua hari aku mengelilingi tempat ini. Namun, yang ku temui hanya hamparan tanah bergolak-golak yang ditumbuhi rumput kecokelatan karena kering. Membuatku berpikir, apakah tempat ini tidak ada ujungnya? Membayangkan ketidakterbatasan mulai membuatku takut. Langit terlihat begitu bersih, kendati warna biru cerahnya membuatku risi karena tak kulihat matahari diatas sana melainkan sebuah lubang gelap yang besar. Pemandangan yang tak sepadan. Langit senja berwarna oranye atau kemerahan lebih serasi dengan lubang mengerikan itu. Aku ingat tempat ini, aku membayangkannya sebelum aku tidur. Tempat dimana ada dua orang pria yang tubuhnya terpotong menjadi dua bagian dan lucunya kaki mereka berjalan sendiri tanpa tuan. Aku pun kembali berge...