Posts

Showing posts from February, 2019

Midhight Madness : Inside Out

This story contains violence, murder and suicide. Just be wise, please! Sebuah fantasi melintas begitu saja, entah datang dari mana, seolah di luar kuasa. Teringat seorang laki-laki, yang tersiksa sepanjang hidupnya. Aku bertemu dengannya dari waktu dan ruang yang ganjil. Blue day . Pertama kalinya aku melihat tatapan segelap matanya. Wajah putih pucat yang memukau. Garis bibir yang murung. Visual ruang hitam dengan ribuan anak tangga dan pintu yang mengantarkan pada padangan tentang dunia dari persepsi bulatan lensa yang terbenam lekat di kepalanya. Luka dan memar setiap mendengar namanya. Bukan dari sudut pandangku, ia yang terluka dan memar. Mendengar namanya saja teringat betapa tersiksanya ia, teringat luka dan memar di tubuhnya. Menjadi gambaran pertama setiap mendengar namanya. Karya dari pahat tangan ayahnya. Trauma yang menimbulkan memar di kepala. Ia tak banyak bicara. Jadi, jika ingin tahu aku hanya perlu merasa dan menerka dari mana datangnya. Bidikanku tak per...

Midnight Madness : Distortion

Aku melihat bayangan di dalam pikiranku. Gejala itu menyerang kepalaku lagi. Sesuatu yang kurasa aku tahu, tapi sebenarnya tidak sama sekali. Kupikir aku tahu kelanjutan gambaran itu, yang jelas akan kulihat di dimensi nyata dalam hitungan detik. Cepat. Setelah aku mengepak barang-barangku, aku akan menilik ponselku, kemudian tahu dia mengirim pesan berisi kalimat “don’t ignore me” dalam tiga...dua...satu... “Hannah, Gita sudah datang. Kemana kalian mau pergi?” tiba-tiba Ivy masuk, menginterupsi. Meleset. “Oh iya,” mulutku menutupi pikiranku yang tengah sibuk; aku menunggunya mengirim pesan perintah menyebalkan yang menyita seluruh perhatianku untuk membiarkannya menjejalkan isi kepalanya ke telingaku, tapi meleset. Menghela nafas. Lupakan. “Aku hanya ingin main keluar. Jalan-jalan...” “Ayo, kau sudah selesai?” Gadis yang kami bicarakan mengintip ke dalam kamar. Ia masuk begitu saja, ikut nimbrung dan lain sebagainya. Gita memang sahabat dekatku sejak SD, kami sep...